Ragam Sablon Kaos yang Harus Anda Hindari untuk Jenis Kaos Tertentu

Ragam Sablon Kaos yang Harus Anda Hindari untuk Jenis Kaos Tertentu

Ragam Sablon Kaos yang Harus Anda Hindari untuk Jenis Kaos Tertentu

Tidak semua sablon kaos yang digunakan untuk membuat sablon bagus dan direkomendasikan pada semua jenis kaos. Ada beberapa ragam sablon kaos yang harus Anda hindari terutama jika akan melakukan sablon kaos tertentu.

Memperhatikan dan memilih ragam sablon kaos yang cocok sebelum menyablon kaos di jasa sablon kaos harus dilakukan agar kualitas kaos tetap bagus. Berikut ini ada beberapa ragam sablon kaos yang harus dihindari jika akan melakukan sablon pada kaos tertentu. Simak yuk

Sablon Discharge

Image Source: bukalapak.com 

Sablon discharge juga disebut sablon cabut warna yang berarti sablon yang tintanya menghilangkan warna asli kaos dan menggantinya dengan warna tinta baru. Namun, tidak semua jenis dan warna kaos bisa dihilangkan dengan mudah.

Tinta dari sablon ini hanya bagus digunakan pada kaos berjenis katun murni yang reaktif. Selain itu juga cocok untuk bahan kaos yang berwarna gelap seperti biru dongker dan hitam. Tidak bisa diterapkan pada kaos dengan detail desain tingkat tinggi.

Jika Anda memiliki kaos dengan jenis sintetis yang banyak mengandung polyester, sablon jenis ini harus dihindari karena tidak cocok digunakan. Kualitas warnanya juga menurun ketika meresap sehingga hindari sablon ini untuk kaos berwarna terang seperti hijau, biru, dan ungu.

Sablon Foam/Puff

Sablon foam/puff termasuk ke dalam salah satu jenis sablon timbul seperti high density, perbedaannya sablon jenis ini menggunakan bahan karet untuk menghasilkan efek timbul. Memiliki 2 jenis basis cairan yaitu berbasis air dan berbasis minyak.

Anda harus menghindari penggunaan sablon foam/puff karena kualitas yang dihasilkan tidak begitu bagus terutama setelah pencucian berkali-kali. Sablon ini hanya mampu bertahan selama 8 hingga 10 kali pencucian, setelah itu sablon akan rusak.

Selain itu, sablon jenis ini juga tidak bisa terkena panas setrika secara langsung dan hanya memiliki pilihan warna sama dan tidak bisa gradasi. Oleh karena itu sablon jenis foam/puff kurang laku di pasaran.

Sablon Polyflex

Polyflex merupakan sablon yang menggunakan bahan sejenis dengan vinyl. Namun Anda harus menghindari penggunaan sablon ini terutama jika ingin mencetak warna gradasi.

Sablon polyflex hanya mampu mencetak satu warna yang sama saja dan tidak bisa mencetak warna gradasi. Selain itu sablon ini juga tidak bisa disetrika secara langsung karena akan menyebabkan kerusakan pada sablon.

Sablon Pigmen

Ragam sablon kaos yang harus Anda hindari selanjutnya adalah sablon pigmen. Sablon ini terbuat dari bubuk perwarna yang bersifat meresap ke dalam kain kaos. Hanya bagus digunakan untuk kaos berwarna terang saja.

Kaos berwarna gelap jika menggunakan sablon pigmen tidak akan bisa, karena karakter pewarna serat dari kaos tidak bisa dikalahkan oleh pigmen. Sehingga warna dari pigmen yang harusnya muncul tidak terlihat dan kalah dengan warna asli.

Sablon pigmen kurang disukai karena cenderung kaku dan tidak elastis ketika digunakan. Ketika warna sablon luntur akan menyisakan bekas pada kaos yang membuat kaos tidak terlihat bagus.

Sablon Aspal (Asphalt)

Sablon aspal merupakan sablon yang memiliki tekstur dan juga warna sesuai dengan namanya yaitu seperti aspal jalanan. Selain warna dan tekstur seperti aspal, sablon ini juga termasuk ke dalam sablon timbul.

Sablon ini banyak dihindari dan minim peminat karena warna yang tidak bervariasi. Hanya bisa memberikan satu warna yaitu warna aspal jalanan pada kaos Anda, sehingga kurang menarik.

Kunjungi: Konveksi Kaos Solo

Itulah 5 ragam sablon kaos yang harus Anda hindari jika akan melakukan penyablonan pada kaos. Dengan melihat kekurangan sablon, Anda akan mengetahui jasa sablon kaos  yang cocok dengan yang diinginkan.

Delapan Kita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account